“Negeriku adalah sebuah puisi yang gundah,
dikhianati masa lalu dan semua masa depan
Negeriku adalah nyanyian yang gamang
Mencari kata-kata diantara kebisuan kemanusiaan
Namaku Agam namaku Inong
Bagai anjing kami diburu
Karena sejarah yang kehilangan arah
Karena tangan kami lemah
Kami lari ke gunung dimangsa binatang
Kami lari ke kota dimangsa kebinatangan
Aku ingin mengembara di negeri-negeri asing
Mencari nama dan alamat rumah kami yang hilang
Terbakar diantara sejarah yang sungsang“
(“Namaku Agam” – Puisi Jhon, putra Acheh asal Gayo)